Gambaran Umum Biaya Import Fcl

Hmmm..terpikir menulis ini karena ada satu {shipment|cargo} kami, import 1×{40|forty} {feet|ft|toes} RF (reefer container) sudah menghabiskan biaya sekitar 250 juta? Waw-sungguh penghambur-hamburan uang, barang yang kami import sudah tidak memiliki untung sama sekali. Hehehe..

Jadi agar menjadi perhatian bagi pelaku bisnis, khususnya yang bergerak di bidang export import, ada biaya selain biaya barang import dan biaya perjalanan kapal (ocean freight) ada biaya-biaya lain yang timbul ketika kapal sudah sandar di Indonesia.

Secara umum biaya yang timbul pada saat import adalah :

1. Pajak import (BM, PPn, PPh)
2. Biaya Storage di pelabuhan (Penumpukan, Lift On, Behandel, Administrasi, monitoring, plugging)
{3|three}. Biaya Pelayaran untuk tebus D/O diantaranya freight {charge|cost} (Jika {collect|gather|acquire}), THC, Doc Fee, Cleaning Fee, Jaminan Kontainer
{4|four}. Lift off, {cleaning|cleansing}, administrasi (ditagih oleh depo saat mengembalikan container kosong)
5. Demmurage/detention jika ada
6. Biaya Repair Container (Saat container kosong dikembalikan ke depo, maka setelahnya dilakukan survey oleh petugas depo, jika ada kerusakan maka biayanya akan di ambil dari jaminan kontainer yang sebelumnya sudah kita bayarkan)

Gambar 1 Gambaran Umum Inbound FCL

Nah, lebih {detail|element} mengenai penjelasan biaya yang timbul di atas ada dibawah ini :

1. IMPORT DUTY & TAX Sudah jelas yang akan timbul adalah pajak import yang terdiri dari PPH, PPN dan Bea Masuk, walaupun PPN dan PPH bisa dikreditkan nanti. (Besarnya tergantung nilai {invoice|bill} dan HS Code yang digunakan)
2. Penumpukan di Pelabuhan biaya numpang tidur container di pelabuhan, jadi penumpukan ini biaya pinjam {space|area|house} tempat di pelabuhan. Besarnya biaya tergantung jenis container yang digunakan. Nah, dibawah ini contoh untuk pelabuhan di Jakarta (Tj. Priok) kurang lebih di pelabuhan lain di Indonesia juga sama. Berikut rincian Tarif Dasar Penumpukan (TDP) untuk pengenaan penumpukan di Tj. Priok :
Jenis Kontainer Cur 20 Feet 40Feet {45|forty five} Feet Full Dry Container IDR 27, ,{400|four hundred} {68|sixty eight},000 Empty Dry Container IDR {13|thirteen},600 27,200 34,000 Reefer Container IDR {62|sixty two}, , ,250 Dibawah ini perhitungan penumpukan : Tarif LAMA (SK Direksi Pelindo II tahun 2014) Tarif Penumpukan Perhitungan Free Time Hari ke 1 – {3|three} GRATIS Masa I Hari ke {4|four} – 10 TDP x 500% x Ʃ container x Ʃ hari Masa II Hari ke {11|eleven} – Seterusnya TDP x 750% x Ʃ container x Ʃ hari Pinalti SPPB Dikenakan Jika Sudah SPPB tapi container belum juga di ambil dari Gudang Peti Kemas TDP x Masa I/II x 200% x Ʃ container x Ʃ hari Contoh : x 20 {feet|ft|toes} Dry Kontainer datang tanggal 01 April 2015, baru SPPB dan keluar dari Terminal Peti Kemas (UTC contohnya) Tgl {16|sixteen} April 2015. Jadi perhitungannya, dengan tarif dasar 20ft dry Rp 27.200,- adalah : April – 03 April = Free time April – 10 April = {4|four} container x 7 hari x Rp 27.200,- x 500 % = Rp {3|three}.808.000, April – {16|sixteen} April = {4|four} container x 6 hari x Rp 27.200,- x 750 % = Rp {4|four}.896.000, Jadi {total|complete|whole} yang harus dibayar untuk storage = Rp {3|three}.808.000,- + Rp {4|four}.896.000,- = Rp {8|eight}.704.000, Lumayan kan ya, besar..jadi semakin cepat proses semakin kecil biaya yang di timbulkan. Ini sudah tidak berlaku lagi, tarif yang baru sesuai Keputusan Direksi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) No. HL.566/27/{4|four}/1/PI.II-{16|sixteen} (Perubahan Kelima) Tarif BARU (SK Direksi Pelindo II tahun 2016) Tarif Penumpukan Perhitungan Free Time Hari ke 1 GRATIS 2 Hari ke 2 TDP x 300% x Ʃ container {3|three} Hari ke {3|three} TDP x 600% x Ʃ container {4|four} Hari ke {4|four} – Seterusnya TDP x 900% x Ʃ container x Ʃ hari Pinalti SPPB (Hari Terbit) Senin, Selasa, Rabu, Kamis Sejak hari Ke TDP x Hari (Ke-1,2,{3|three},{4|four}) x 200% x Ʃ container x Ʃ hari Jumat, Sabtu Sejak Hari Ke TDP x Hari (Ke-1,2,{3|three},{4|four}) x 200% x Ʃ container x Ʃ hari Satu hari sebelum Libur Nasional, Hari Ke-{3|three} TDP x Hari (Ke-1,2,{3|three},{4|four}) x 200% x Ʃ container x Ʃ hari Contoh : x 20 {feet|ft|toes} Dry Kontainer datang tanggal 01 April 2015, baru SPPB dan keluar dari Terminal Peti Kemas di pelabuhan Tgl {16|sixteen} April 2015. Jadi perhitungannya, dengan tarif dasar 20ft dry Rp 27.200,- adalah : April = Free time April = {4|four} container x Rp 27.200,- x 300 % x 1 hari = Rp 326.{400|four hundred}, April = {4|four} container x Rp 27.200,- x 600 % x 1 hari = Rp 652.800, April-{16|sixteen} April = {4|four} container x {13|thirteen} hari x Rp 27.200,- x 900 % = Rp 12.729.600, Jadi {total|complete|whole} yang harus dibayar untuk penumpukan = Rp {13|thirteen}.708.800,- (Wo, kenaikannya {57|fifty seven} % sodara-sodara!) Jadi harus {prepare|put together} sekali untuk dokumen importnya.

{3|three}. DEMMURAGE Demmurage itu gampangnya biaya pinjam kosongan container, pelayaran meminjamkan container itu punya {limit|restrict} waktunya, biasa FREE TIME DEMMURAGE yang di berikan 7 hari atau 14 hari untuk dry container dan 5 hari free time untuk refeer container, dihitung dari mulai tanggal tiba container. Besarnya biaya demmurage per container per hari berbeda-beda tergantung pelayarannya. Kisarannya antara USD 20 sampai USD {120|one hundred twenty|a hundred and twenty} tergantung jenis kontainer untuk 5 hari kerja.
{4|four}. DETENTION Jika dalam bahasa inggris ke Indonesia artinya penahanan. Contoh container tercatat sudah keluar dari pelabuhan sejak hari senin, 06 April , tetapi empty container belum juga kembali ke depo sampai hari Rabu, 08 April, nah ini namanya detention dan di kenakan biaya juga. Besarnya kurang lebih sama dengan demmurage tergantung pelayarannya.
5. THC (Terminal Handling Container) THC ini jasa pengelola container yang dibayarkan saat akan ambil D/O, terdiri dari CHC (Container Handling Charges) dan biaya surcharge. Besarnya 20 FTDry Container–> CHC USD {83|eighty three} + Surcharge USD 12 = USD {95|ninety five} dan untuk {40|forty} FT Dry ContainerCHC USD 124 + Surcharge USD 21 = USD . Container Deposit (Jaminan Kontainer) Ini jaminan saja kepada pengelola container bahwa container mereka akan dikembalikan lagi ke depo (Per Juli 2015, beberapa {shipping|delivery|transport} line sudah tidak mengenakan lagi container deposite).
7. Cleaning Container Ya udah tau lah ya, ini biaya bersih-bersih container, di khawatirkan container yang kita pakai ini kotor.
{8|eight}. LIFT ON/LIFT OFF Ini biaya menaikkan atau menurunkan container turun/naik ke sarana pengangkut (dalam hal ini bisa ke truck pengangkut kontainer, dll). Besarnya Rp {110|one hundred ten|a hundred and ten}.000,- per container.
9. RECOOLING Nah ini khusus biaya tambahan untuk jenis container reefer saja, untuk menjaga container dalam keadaan dingin sesuai suhu yang di {standard|normal|commonplace}-kan, maka diperlukan plug dan unplug aliran listrik ke sistem {refrigerator|fridge} dari container (biayanya bervariasi, biasanya Rp 200.000,-/shift).
10. MONITORING Biaya pengawasan kontainer di pelabuhan, biasanya untuk kontainer jenis reefer, dikhawatirkan kontainer kekurangan {supply|provide} daya yang menyebabkan suhu container menjadi naik, biayanya bervariasi.
{11|eleven}. Trucking OB Biaya truck untuk memindahkan kontainer dari Gudang Penumpukan I ke Gudang Lain yang ditunjuk oleh bea cukai, biasanya dikarenakan kontainer lama tidak di urus proses pabeannya, atau sudah selesai proses pabeannya sampai hari ke-{3|three} belum juga dikeluarkan dari terminal.
12. TOESLAG atau TUSLAH biaya tambahan, dikenakan hanya pada saat menjelang lebaran saja.
{13|thirteen}. BEHANDLE adalah penarikan container Gudang Penumpukan (UTC) ke tempat penumpukan bea cukai untuk pemeriksaan fisik barang (Biasanya hanya untuk yang terkena Jalur Merah)
14. HANDLING FEE adalah biaya jasa {shipping|delivery|transport} line untuk {handle|deal with} container kita, sama halnya dengan Handling Fee yang ditagihkan oleh forwarder merupakan biaya jasa pengurusan pabean.
15. TRUCKING adalah biaya sewa truck yang mengangkut container dari Terminal Penumpukan ke Destination Warehouse (Factory), besarnya bervariasi, tergantung negosiasi.

Jadi ternyata banyak sekali kan ya biaya yang timbul.

Oleh karena itu sebelum kapal diimport, harus perhitungkan berapa hal di antaranya :

1. Lama perjalanan kapal sampai ke pelabuhan negara kita
(Singapore & Malaysia ± {3|three} hari jika direct, Thailand & Philipina ± 7 hari, Jepang & Korea ± 14 hari, Eropa ± 1 bulan, US & UK ± 1 bulan, {etc|and so on|and so forth}..)
2. Kelengkapan dokumen {custom|customized} clearance
Sebelum import harus mengetahui HS code barang, agar kita mengetahui dokumen yang dibutuhkan untuk proses pengeluaran barang, jika barang sudah dikirim dan sudah sampai di pelabuhan Indonesia, bisa terbayang berapa biaya storage belum lagi demmurage yang ditimbulkan.

Penting di ingat adalah harus mengetahui regulasi di Indonesia, pihak yang peng-eksport belum tentu paham regulasi proses importasi di Indonesia, So, kita harus tahu, bukannya malu bertanya sesat dijalan, tapi malu belajar sesat di proses {custom|customized}, gak nyambung !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *