Muatan Petikemas (kontainer)

MUATAN PETI KEMAS (CONTAINER)

MUATAN PETI KEMAS (CONTAINER)
Berdasarkan ISO (International Organization for Standardization) pengertian “Angkutan Peti Kemas” dirumuskan dan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
Mempunyai sifat-sifat yang tetap, dan karena itu harus cukup kuat untuk digunakan berulang kali.
Dibangun sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menyimpan barang, selanjutnya dengan menggunakan berbagai –bagai jenis alat angkut (Intermoda) dimungkinkan tanpa pemindahan isi peti kemas.
Diperlengkapi dengan suatu peralatan khusus yang memungkinkan untuk siap diangkut terutama pemindahan dari satu jenis alat pengangkutan ke jenis alat pengangkutan lainnya.
Dirancang sedemikian rupa sehingga mudah untuk melakukan pengisian atau untuk dikosongkan.
Mempunyai {volume|quantity} {minimum|minimal} sebesar 1(satu) meter kubik.

KEUNTUNGAN PENGANGKUTAN MUATANDENGAN PETI KEMAS :
Transport antar Dunia.
Muat bongkar Lebih cepat dari metoda angkutan muatan yang lain.
Pengepakan lebih disederhanakan.
Kemungkinan resiko kerusakan dan pencurian lebih kecil.
Biaya Asuransi lebih kecil.
Biaya Stevedoring kecil (buruh sedikit).
Pengurusan muatan lebih sederhana.
Cara pemuatan dan administrasi dapat dikendalikan melalui komputer.

KERUGIAN PENGANGKUTAN MUATAN DENGAN PETI KEMAS :
Penanaman modal yang besar.
Banyak kerugian ruangan dalam peti kemas (15 – 20%).
Tidak semua muatan dapat diangkut dengan peti kemas.
Peti kemas memiliki berat muat maksimum.
Kemungkinan kerugian keringat lebih besar.
Memerlukan lap penumpukan &perlengkapan khusus.

JENIS-JENIS PETI KEMAS
International Standard Organization (ISO) membagi jenis Peti kemas dalam beberapa golongan yaitu :
Part – I : General Cargo Container.
Part – II : Thermal Container.
Part – III : Tank Container.
Part – IV : Dry Bulk Container.
Part – V : Platform Container.
Part – VI : Collapsible Container.
Part – VII : Air Mode.

GENERAL CARGO CONTAINER
Peti Kemas yang dipakai untuk mengangkut muatan umum ({general|common|basic} cargo)
Peti kemas yang termasuk dalam {general|common|basic} cargo container adalah :
General {purpose|objective|function} Container.
Open Side Container.
Open Top Container.
Ventilated Container.

THERMAL CONTAINER
Peti kemas yang dilengkapi dengan alat pengatur suhu.
Peti kemas yang termasuk kelompok Thermal container adalah :
Insulated Container.
Reefer Container.
Heated Container.

TANK CONTAINER
Tank yang ditempatkan dalam kerangka peti kemas yang dipergunakan untuk muatan, baik muatan cair (bulk liquid) maupun {gas|fuel|gasoline} (bulk {gas|fuel|gasoline}).

DRY BULK CONTAINER
General {purpose|objective|function} container yang dipergunakan khusus untuk mengangkut muatan curah (bulk cargo).

PLATFORM CONTAINER
Peti kemas yang terdiri dari lantai dasar.
Peti kemas yang termasuk kelompok ini adalah :
– Flat rack Container.
– Platform {based|based mostly|primarily based} Container.

COLLAPSIBLE CONTAINER
Peti kemas yang khusus dibuat untuk muatan tertentu, seperti peti kemas untuk muatan ternak (cattle container) atau muatan kendaraan (auto container).

AIR MODE
Peti kemas yang khusus dibuat dan dipergunakan oleh pesawat terbang yang berbadan besar untuk mengangkut barang-barang penumpang atau air cargo melalui udara.

TERMINAL PETI KEMAS
UNIT TERMINAL PETI KEMAS (UTPK)
UTPK adalah terminal dipelabuhan yang khusus melayani Peti Kemas dengan sebuah lapangan (yard) yang luas dan diperkeras untuk bongkar muat dan menumpuk peti kemas yang dibongkar atau yang akan dimuat ke kapal. Lapangan luas untuk kegiatan penyusunan Container disebut Marshalling yard.

CONTAINER YARD (CY)
Container yard adalah kawasan didaerah pelabuhan yang digunakan untuk menimbun peti kemas FCL, yang akan dimuat atau dibongkar dari kapal.

CONTAINER FREIGHT STATION (CFS)
Container Freight Station adalah kawasan yang digunakan untuk menimbun peti kemas LCL, melaksanakan stuffing / unstaffing dan untuk menimbun break-bulk cargo yang akan di stuffing ke Peti kemas atau di unstaffing dari peti kemas.

INLAND CONTAINER DEPOT (ICP)
Inland Container Depot adalah kawasan di pedalaman diluar daerah pelabuhan yang berada dibawah pengawasan Bea dan Cukai yang digunakan untuk menimbun peti kemas FCL yang akan diserahkan kepada Consignee atau diterima dari Shipper.

PERLENGKAPAN MUAT BONGKAR PETI KEMAS
Perlu diketahui bahwa berat sebuah peti kemas kosong ukuran 20 kaki berkisar antara 2,{0|zero} ton hingga 2,5 ton, sedangkan daya angkut muatannya berkisar antara 18 hingga 20 ton.
Untuk peti kemas ukuran {40|forty} kaki, berat kosongnya antara {3|three},5 ton hingga {4|four},{0|zero} ton, sedang daya angkut muatannya bisa mencapai 30 ton
Oleh karena bobot peti kemas beserta isinya cukup berat, maka dalam menanganinya diperlukan alat-alat yang khusus untuk dapat mengangkut barang-barang berat tersebut.

Adapun alat-alat khusus yang digunakan dalam mengangkut, memindahkan, dan menyusun peti kemas adalah sebagai berikut :
Gantry Crane.
Container Hook Sling.
Container Liftlock Sling.
Container Spreader.
Top Loader Truck.
Side Loader Truck.
Straddle Carrier.
Trans Tainer.
Container Truck, Trailer atau Chasis.

ALAT-ALAT LASHING PETI KEMAS
Adapun alat-alat yang digunakan untuk operasi lashing dan securing Peti kemas adalah sebagai berikut :
Single Bridge Base Cone.
Double Bridge Base Cone.
Double Stacking Single Bridge Cones
Double Stacking Double Bridge Cones.
Deck Pin atau Deck Locking Pin.
Corner Casting Pin.
Pigeon Hook.
Twist Lock
Top Lock
Screw Bridge Fitting.
Turnbuckles.
Bottle screw.
Lashing Rod.
Extention Hook.
Lashing Point.

Tinggalkan komentar